Menurut laporan terkini IAEA pada bulan 11/2020, Iran sedang mengayakan uranium di tingkat yang lebih tinggi dibandingkan tingkat komitmen sebesar 3,67 persen menurut kesepakatan Wina tapi tidak melampaui taraf 4,5 persen dan tetap menaati mekamisne kontrol sangat ketat dari badan ini.
Pembuhunan terhadap ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrirazed pada 11/2020 diibaratkan sebagai “tetes air yang menumpahkan gelas”. Setelah serangan tersebut, tokoh-tokoh keras di Iran menyatakan akan memberikan balasan dan parlemen negara ini telah mengesahkan satu rancangan undang-undang yang mengimbau supaya melakukan produksi dan cadangan sedikitnya 120 Kg uranium yang telah dikayakan setiap tahun dan “menghentikan” inspeksi IAEA.
