Di dalam satu pabrik nuklir Iran (Foto: ITN) |
Juru bicara Badan Energi Atom Iran (IAEO) Behrouz Kamalvandi mengkonfirmasi, uranium yang diperkaya hingga 20% untuk pertama kali dihimpun dari mesin sentrifugal mutakhir IR-6 pada 9 Juli. Pihak Iran memberitahukan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang perkembangan baru ini dua minggu lalu.
Proses negosiasi untuk memulihkan kesepakatan nuklir Iran telah menemui jalan buntu sejak Maret 2022 karena Iran dan Amerika Serikat (AS) memiliki banyak pandangan yang berbeda. Iran telah membuat sejumlah syarat, di antaranya meminta AS mencabut semua sanksi terkait kesepakatan ini, bersamaan itu mengeluarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran dari daftar organisasi teroris. Namun, Washington menolak tuntutan Teheran.

