Pada sidang kabinet pada Minggu (18 Agustus), Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menuduh Hamas menjadi rintangan dalam perundingan-perundingan tentang kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan mengimbau supaya menimbulkan “tekanan diplomatik dan militer yang kuat” terhadap para serdadu Palestina, sebelum perundingan-perundingan baru yang berlangsung pada akhir pekan ini. Sementara itu, pada hari yang sama, Hamas menyatakan bahwa PM Benjamin Netayahu merintangi kesepakatan gencatan senjata dan upaya para mediator.
Dalam upaya terkini untuk mendorong perundingan, Menteri Luar Negeri Amerika Serukat (AS), Antony Blinken, pada hari itu juga, berangkat ke Israel. Dia berencana melakukan serangkaian pertemuan dan pembahasan dengan para pejabat Israel pada Senin (19 Agustus) untuk membahas proses perundingan tentang kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera yang baru diawali kembali pada pertengahan pekan lalu di Doha (Qatar) antara perwakilan Pemerintah Israel dan para mediator internasional yaitu AS, Mesir, dan Qatar.
