
Satu rumah dibangun di Jerussalem Timur
(Foto: tienphong.vn)
Keputusan terkini tersebut diesahkan pada latar belakang eskalasi ketegangan dan bentrokan di Jerussalem selama hari-hari belakangan ini dengan serangan-serangan dengan pisau dan mobil, sehingga menimbulkan korban dan kecemasan tentang melandanya bahaya kekerasan.
Juru bicara organisasi pengawasan aktivitas pemukiman Israel “Peace Now”, Lior Amihai mencela keputusan Irael tersebut dan menekankan bahwa ini merupakan satu gerak-gerik yang buruk dalam satu tahap sensitif.
Pada hari yang sama, Amerika Serikat memperingatkan bahwa semua gerak-gerik seperti itu akan hanya merumitkan ketegangan yang sedang bereskalasi di kota ini. Juru bicara Presiden Palestina menekankan: Pelanggaran-pelanggaran Israel merupakan batas merah dan tidak bisa dilepaskan, terutama bagi ketegangan dan eskalasi Israel di Al Aqsa dan Jerussalem./.
