Setelah pernyataan tersebut, Amerika Serikat (AS) memberitahukan terus memprotes serangan ini. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, menganggap bahwa serangan akan menimbulkan kerugian yang mengerikan bagi 1,5 juta orang Palestina yang sedang berlindung di Rafah, bersamaan itu akan merugikan secara serius keamanan nasional Israel.

Pernyataan PM Netanyahu dikeluarkan setelah perwakilan Israel peserta putaran perundingan terkini tentang gencatan senjata di Jalur Gaza di Kairo (Ibu kota Mesir) pulang ke tanah air pada Senin (8 April). Putaran perundingan itu belum menunjukkan kemajuan-kemajuan yang konkret dan perwakilan-perwakilan Israel dan pasukan Hamas berencana kembali ke Kairo pada Rabu (10 Maret).