Pernyataan PM Benjamin Netanyahu tersebut disampaikan sehari setelah serangan Israel terhadap sebuah pangkalan udara di Suriah.
Pada 18 Agustus, Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap pangkalan udara Abu Al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah. Aksi tersebut menuai kecaman keras dari Turki dan Amerika Serikat (AS). Turki mengecam serangan udara Israel tersebut sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah. Selain itu, Turki menegaskan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Suriah berdasarkan hukum demi menegakkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Suriah.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden AS untuk Suriah dan Irak, Thomas Barrack, pada 18 Agustus menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi yang tidak perlu”. Ia mengatakan bahwa AS sedang berupaya mengurangi konflik antara Israel, Turki, dan Suriah.
