Hamas segera mengkritik langkah tersebut. Dalam pesan video, juru bicara (Jubir) Hazem Qassem menuduh pemblokiran penyeberangan Rafah sebagai bagian dari niat Israel untuk "memperketat pengepungannya" terhadap Jalur Gaza. Jubir Hamas mendesak para mediator dan penjamin gencatan senjata melakukan intervensi dan tekanan terhadap Israel agar blokade tersebut dicabut.

Dalam perkembangan lain, Pasukan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan dua orang Palestina tewas dan setidaknya 10 orang lainnya terluka dalam serangan udara yang lancar Israel. Serangan tersebut menyasar pos pemeriksaan polisi, kamp pengungsi, dan pertemuan di seluruh wilayah Palestina.

Pada hari yang sama, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (EU) merilis laporan yang menyatakan bahwa diperlukan lebih dari 71 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam dekade mendatang untuk memulihkan dan merestrukturisasi Jalur Gaza, kawasan yang telah hancur akibat konflik selama beberapa waktu terakhir ini.