Jenderal Khalifa Haftar (Foto: VNA)

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi, Jenderal Khalifa Haftar mengatakan bahwa warga telah "memberikan mandate kepada" dia untuk menyelenggarakan negara. Sekarang, pemerintahan serta Parlemen di Libia Timur belum memberikan reaksi terhadap pernyataan Jenderal Khalifa Haftar itu.

Semua fihak yang bermusuhan di Libia, pada bulan Desember tahun 2015 telah menandatangani satu permufakatan politik yang disponsori PBB, menurut itu, membentuk Pemerintah Persatuan Nasional (GNA) untuk menghentikan situasi perpecahan politik di negara ini sejak gelombang pemberontakanmenggulingkan pemimpin Moamer Gadhafi pada tahun 2011. Namun, sampai sekarang, Libia tetap menghadapi situasi perpecahan dengan dua pemerintahan di Libia Timur dan Libia Barat yang eksis bersama.