Pernyataan ini dikeluarkan setelah Konferensi ke-6 Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang dan negara-negara Asia Tengah di kota Ashgabat,Ibukota Turkmenistan.
![]() |
Dalam pernyataan ini, semua Menlu telah menganggap ambisi nuklir dari RDRK sebagai ancaman yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan kawasan, bersamaan itu mendesak kepada Pyong Yang supaya mematuhi semua Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai masalah melarang negara ini melakukan uji coba alat-alat nuklir dan menggunakan teknologi rudal balistik. Pernyataan tersebut juga menonjolkan arti penting penanganan masalah warga negara Jepang yang diculik RDRK pada beberapa dekade yang lalu. Dalam satu gerak-gerik mendadak , pada Senin (1/5), Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan bahwa dia bersedia bertemu dengan pemimpin RDRK, Kim Jong-un kalau syarat-nya dibolehkan. Pernyataan Presiden AS dikeluarkan pada latar belakang ketegangan di semenanjung Korea semakin bereskalasi yang bersangkutan dengan aktivitas-aktivitas nuklir dan uji coba rudal dari RDRK, dan gerak-gerik militer dari AS di kawasan.

