![]() |
Permufakatan tersebut dikeluarkan pada rangka perbahasan keamanan tingkat tinggi “2+2” di Washington DC, AS. Dalam pernyataan setelah pertemuan ini, para Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dua negara telah menyerukan kepada komunitas internasional supaya “melaksanakan secara komprehensif dan konsekuen” sanksi-sanksi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap RDRK untuk memaksa negeri ini mengubah jalan-nya.
Dalam perkembangan yang bersangkutan, Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya menyatakan bahwa pernyataan-pernyataan yang bersifat kerujukan yang dikeluarkan oleh AS dan RDRK setelah serentetan peringatan satu sama lain dan merupakan tanda baik. Ketika berbicara di depan kalangan pers, pada Kamis (17 Agustus), Dubes Russia di PBB, Vasily Nebenzya menekankan bahwa selama hari-hari lalu, pernyatan-pernyataan yang bersifat kerujukan antara Washington dan Pyong Yang menunjukkan bahwa situasinya sedang mereda. Dubes Rusia juga menyerukan kepada dua fihak supaya menghindari gerak-gerik yang bisa menimbulkan situasi serius. Menurut dia, untuk memecahkan situasi sekitar masalah RDRK, memerlukan peta jalan politik.

