Sumber: theasiatoday.org

Kementerian Luar Negeri Jepang mengumumkan bahwa pada pembicaraan telepon yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut, Perdana Menteri Jepang, Kishida Fumio, dan sejawatnya dari Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, sepakat memperdalam lebih lanjut hubungan bilateral sehubungan dengan peringatan 40 tahun Malaysia mengesahkan kebijakan “Mengarah ke Timur” untuk mempelajari pengalaman Jepang tentang pertumbuhan ekonomi.

Kedua pemimpin juga mengungkapkan masalah-masalah internasional yang menjadi minat bersama, di antaranya konflik di Ukraina. Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob menegaskan bahwa Malaysia siap mendorong upaya-upaya penyelesaian konflik ini secara damai.