Ketika berbicara di depan jumpa pers, pada Jumat (26 Mei), Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Fumio Kishida memberitahukan: Rombongan survei tersebut terdiri dari para pakar dari sektor publik dan swasta, beraktivitas di bermacam bidang seperti perikanan, pariwisata dan kesehatan. Survei ini dijadwalkan akan dilakukan pada akhir bulan Juni mendatang untuk melaksanakan permufakatan pada pertemuan puncak Jepang-Rusia pada bulan April lalu tentang penggelaran aktivitas-aktivitas ekonomi bersama di kepulauan yang dipersengketkan tersebut.

Jepang memberikan penilaian tentang kemungkinan melakukan aktivitas ekonomi bersama di pulau-pulau yang dipersengketakan dengan Rusia (Foto: Sputnik International)

Menurut rencana, delegasi tersebut akan menyusun satu daftar prioritas aktivitas-aktivitas ekonomi yang bisa digelarkan di pulau-pulau yang dipersengketakan, misalnya membudidayakan ikan dan landak laut. Untuk mempersiapkan survei tersebut, Eiichi Hasegawa, penasehat khusus dari Perdana Menteri Jepang juga mengepalai satu delegasi ke kota Sakhalin untuk berbahas dengan kalangan otoritas Rusia tentang cara melakukan survei tersebut.