![]() |
Kepada kalangan pers, Menlu Kono menyatakan kecemasan bahwa gerak-gerik Seoul ini bisa merugikan hubungan bilateral, pada latar belakang harus ada kerjasama yang erat antara Jepang, Republik Korea dan Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Republik Demokrasi Rakyat Korea. Dia menyatakan bahwa Tokyo tidak bisa menerima rencana Seoul ini dan memprotes kuat rencana ini. Menurut dia, dalam situasi keamanan sekarang ini, Jepang, Republik Korea dan Amerika Serikat perlu memperkuat hubungan yang mengarah ke masa depan dan keputusan Seoul ini bisa merusak hubungan ini.
Sebelumnya, pada Kamis (19 Oktober), media Republik Korea memberitakan bahwa tentara negara ini telah memberitahukan rencana penggelaran satu satuan tentara baru ke Dokdo/Takeshima dalam tahap 2018-2020 untuk membela kepulauan yang dipersengketakan dengan Jepang dan pulau Ulleung yang jauhnya kira-kira 90 kilomter dari situ di sebelah barat laut.

