![]() |
Dalam pernyataannya, Jurubicara Pemerintah Jerman, Steffan Seibert memberitahukan bahwa pada pembicaraan telepon antara Kanselir Angela Merkel dan Presiden Donald Trump, kedua pemimpin Jerman dan AS menganggap bahwa RDRK telah membuat ketegangan bereskalasi dengan pelaksanaan uji coba bom H dan ini merupakan tindakan yang tidak bisa diterima.
Juga dalam pembicaraan tersebut, Kanselir Jerman, Angela Merkel memberitahukan bahwa Berlin akan berusaha mendorong cecara cepat sanksi-sanksi terhadap RDRK melalui Uni Eropa. Hal ini bertujuan untuk mencegah RDRK melanggar hukum internasional serta menuju ke satu solusi damai bagi masalah nuklir RDRK.

