Menurut legislator Dhruai Mabor Teny, terhitung semua jumlah korban yang terluka dalam berbagai bentrokan tersebut, maka jumlah korban sekarang mencapai kira-kira 200 orang, meningkat dua kali lipat terbanding data yang diumumkan pada akhir pekan lalu. Para pelaku bentrokan tersebut telah menggunakan granat, bahkan menembakkan roket dan meluncurkan api ke banyak rumah sehingga warga harus mengungsi.
Sebelumnya, laporan-laporan memberitahukan bahwa berbagai bentrokan antara dua suku Rup dan Pakam yang meledak kembali dari tanggal 6/12 telah menewaskan 45 orang. Sebab-musabab yang menimbulkan bentrokan bersenjata antara suku-suku tersebut karena sebutan tanah.
