Juntan Niger Imbau Semua Negara Tetangga supaya Akui Pemerintah Baru untuk bisa Memulai Dialog

(VOVWORLD) - Kisah terkait dengan Presiden Mohamed Bazoum sudah  berakhir dan semua upaya untuk memulihkan kekuasaan bagi dia hanya adalah tindakan yang memboroskan waktu. Solusi menghindari konfontasi satu-satunya ialah negara-negara Afrika Barat mengakui pemerintah baru di Niger untuk bisa memulai dialog. 

Dimikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Insa Garba Seydou, seorang anggota dalam Dewan Nasional Pembelaan Tanah Air yang dibentuk oleh faksi kudeta di Niger pada Sabtu (12 Agustus). Juga pada hari yang sama, juntan yang dibentuk faksi kudeta di Niger sekali lagi meminta Pemerintah Prancis supaya menghentikan sepenuhnya kehadiran tentara negara ini di Niger.

Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika juga mengumumkan penundaan satu sidang luar biasa yang pernah dilangsungkan pada tgl 12 Agustus untuk mendiskusikan penghentian keanggotaan Niger. Sementara itu, Komunitas Ekonomi Afrika Barat (ECOWAS), pada Sabtu (12 Agustus), mengumumkan akan mengirim satu komisi parlemen ke Niger untuk melakukan pertemuan dengan para jenderal juntan yang berkuasa di negara ini. Dalam satu perkembangan yang lain, Uni Eropa, pada hari yang sama memgimbau pemulihan ketertiban Undang-Undang Dasar di Niger, bersamaan itu menegaskan dukungan terhadap upaya-upaya ECOWAS serta bersedia membantu blok tersebut.      

Berita Terkait

Komentar

Yang lain