Para pejabat menilai pilpres AS pada bulan November 2020, kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan permufakatan “tahap I” dan keragu-raguan AS dalam melakukan kerjasama dengan negara-negara lain untuk menimbulkan tekanan terhadap Bejing sedang menghapuskan harapan-harapan tentang semua hal yang lebih ambisius dalam masa depan yang dekat. Penyelesaian tahap I permufakatan dagang AS-Tiongkok mungkin mundur pada tahun depan.

Ketegangan dagang AS-Tiongkok mengalami eskalasi terus menerus sejak bulan Juli 2018 ketika dua negara terus menerus menambah pengenaan tarif-tarif terhadap barang masing-masing negara senilai ratusan miliaran USD