(VOVworld) – Kalangan otoritas Rusia, Perancis dan Amerika Serikat (AS), pada Selasa (4 April), telah mengadakan pembicaraan telepon secara terpisah untuk berbahas tentang masalah antiterorisme setelah terjadi serangan bom bunuh diri terhadap sistim metro di kota St Petersburg sehingga menewaskan dan melukai banyak orang. Pada pembicaraan telepon menurut gagasan Perancis, Menteri Luar Negeri (Menlu) Perancis, Jean Marc Ayrault telah menekankan kepada timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov tentang perlu-nya satu Front internasional yang satu untuk menentang terorisme yang memang telah menimbulkan ancaman terhadap keamanan di negara-negara ini.

Tempat kerjadian peledakan di stasiun metro di kota St Pertersburg
(Foto: EPA/Kantor Berita Vietnam)
Sebelumnya, satu peledakan telah terjadi di gerbong metro yang berada antara dua stasiun “Palangan Pemberontakan Sennaya” dan stasiun “Universitas Teknologi” di kota St Peteresburg, Rusia pada Senin sore (3 April” sehingga menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 49 orang lain. Komite Investigasi Federasi Rusia telah menegaskan ini merupakan serangan bom bunuh diri, bersamaan itu mengkonfirmasikan bahwa tersangka ialah Akbarzhon Jalilov lahir pada tahun 1995, adalah orang Kyrgystan dan baru saja masuk kewarganegaraan Rusia.
