Kunjungan ini bertujuan untuk berziarah dan mengenang para martir, sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai proses pencarian dan pengumpulan kerangka serta perjalanan Kampanye 500 Hari Siang-Malam.
Bagi para pemuda yang tinggal dan menempuh pendidikan di luar negeri, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari sejarah dan tradisi tanah air secara langsung melalui berbagai kisah dan kegiatan nyata. Dang Tu Quynh, Ketua Asosiasi Pemuda dan Mahasiswa Vietnam di Jepang (VYSA), mengatakan: “Saya sangat berterima kasih kepada para prajurit yang, di tengah teriknya panas, tetap berusaha menyelesaikan upaya pencarian kerangka martir. Sebagai pelajar Vietnam di luar negeri, saya dan teman-teman yang sedang belajar, tinggal, maupun menetap di luar negeri selalu sepenuh berkiblat ke tanah air dan berterima kasih kepada para pendahulu kita.”
Selain itu, para pemuda perantau Vietnam juga berinteraksi dengan anggota Klub Komunikasi Perlawanan Kota Ho Chi Minh, serta mendengarkan kisah-kisah tentang tahun-tahun perang, pengorbanan dan semangat generasi pendahulu dalam mengatasi berbagai kesulitan.
