Bapak Rik Peeperkorn, Kepala Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Tepi Barat dan Jalur Gaza memberitahukan bahwa dua gelombang suntikan vaksin pertama akan dilaksanakan dari pukul 6.00 pagi sampai pukul 3.00 sore waktu lokal di kawasan jantungnya Jalur Gaza selama tiga hari, selanjutnya dilalukan secara bergilir di kawasan sebelah Selatan dan sebelah Utara, Jalur Gaza, setiap gelombang juga berlangsung selama tiga hari.

Kampanye ini digelar setelah Jalur Gaza mengkonfirmasikan kasus terpapar penyakit Polio yang pertama di wilayah ini selama 25 tahun. Pejabat WHO memberitahukan bahwa tujuannya ialah memasok vaksin polio bentuk oral kepada kira-kira 640.000 anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun di 392 tempat. Anak-anak perlu meminum vaksin ini dalam dua dosis, dengan jarak sekitar empat pekan.