(VOVworld) – Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa, (7 Januari) memberitahukan bahwa sebuah pesawat terbang berbaling-baling Y-12 dari Direktorat Samudera Nasional Tiongkok telah terbang masuk zona identifikasi penangkis udara (ADIZ) Jepang dan terbang di dekat kepulauan Senkaku/Diaoju yang dikelola oleh Tokyo di laut Hoatung.

Pada hari yang sama, satu kapal polisi laut Tiongkok yang berkode 2113 juga telah melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) dari Jepang, jauhnya kira-kira 80 kilometer dari pula Taisho, kepulauan Senkaku/Diaoju di sebelah Utara Barat Laut. Menurut badan komando JCG zona nomor 11 kota Naha, provinsi Okinawa, walaupun telah diperingatkan oleh kapal-kapal patroli JCG untuk tidak boleh mendekati wilayah laut Jepang dan melaksanakan hak pengelolaan yang bersangkutan dengan perikanan di kawasan ini, tapi kapal Tiongkok memberikan balasan bahwa ini adalah daerah EEZ Tiongkok.
Dalam satu perkembangan yang lain, pada hari yang sama, Tiongkok telah menolak minat Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe yang ingin menjelaskan kunjungan di kuil Yasukuni yang kontroversial di negara ini pada akhir Desember tahun lalu. Ketika mengomentari perihal Perdana Menteri Shinzo Abe ingin melakukan dialog dengan Tiongkok dan Republik Korea, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying menekankan bahwa “Perdana Menteri Jepang memanifestasikan pendirian ingin membalik sejarah agresi” melalui tindakannya yaitu berkunjung di kuil Yasukuni./.
