Kapal yang diserang adalah sebuah supertanker dengan kapasitas sebanyak 2,5 juta barel minyak mentah. Kapal tersebut diserang saat berada sekitar 8 kilometer dari lepas pantai Oman di rute yang tidak diizinkan oleh Iran.

Di pihak Amerika Serikat (AS), Surat Kabar “The Wall Street Journal”, pada 1 Oktober memberitakan bahwa Kementerian Pertahanan AS tengah menyiapkan pengerahan gugus tempur kapal induk ketiga ke Timur Tengah, dengan menambahkan sekitar 9.000 hingga 10.000 prajurit. Pasukan tambahan tersebut diperkirakan akan tiba di kawasan tersebut pada akhir November tahun ini. Sebelumnya, dua kapal induk tenaga nuklir utama yang telah dikerahkan AS di Timur Tengah adalah USS George Washington dan USS George H.W. Bush. Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait pengerahan pasukan tambahan oleh militer AS tersebut.