Pemimpin RDRK, Kim Jong-un (Foto: Yonhap/VNA)

Dia telah menyatakan rasa hormatnya di Istana ini, tempat di mana jenazah dua mantan pemimpin RDRK yaitu Kim Il-sung dan Kim Jong-il disemayamkan.

Kegiatan ini berlangsung setelah Pemimpin RDRK, Kim Jong-un memperingatkan satu “tindakan yang sungguh-sungguh menimbulkan kejutan” dan mengancam akan mendemonstrasikan satu “senjata strategis baru” dalam waktu dekat di Sidang Pleno Komite Sentral Partai Pekerja RDRK yang diadakan selama 4 hari terakhir tahun 2019.

Meskipun mengeluarkan peringatan yang keras itu, tetapi Pemimpin RDRK tetap membuka kemungkinan perundingan, ketika menyatakan bahwa koordinasi RDRK dalam pencegahan nuklir masih bergantung pada sikap AS pada masa depan.