Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok, Jerman dan Iran akan mengadakan sidang pada tanggal 28 Juni ini di Wina pada latar belakang eskalasi ketegangan di kawasan di Teluk setelah terjadi serangan-serangan terhadap tanker dan yang terkini ialah penembakan jatuh pesawat pengintai tanpa pilot AS di kawasan ini. Dalam pernyataan-nya, Uni Eropa memberitahukan penyelenggaraan sidang ini bertujuan menjamin agar permuakatan nuklir Iran (atau disebut sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif-JCPOA) diteruskan, selain itu membahas langkah-langkah memecahkan tantangan-tantangan yang dikemukakan karena AS menarik diri dari permufakatan ini dan mengenakan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran serta Teheran baru-baru ini memberitahukan: Negara ini akan melaksanakan semua komitmen dalam permufakatan.
Kelompok P5+1 memberitahukan akan mengadakan sidang darurat tentang permufakatan nuklir dengan Iran
(VOVWORLD) - Uni Eropa, pada Kamis (21 Juni), memberitahukan: Negara-negara sisanya dalam Kelompok P5+1, kecuali Amerika Serikat (AS) yang pernah menandatangani permufakatan nuklir Iran pada tahun 2015, akan mengadakan sidang darurat di Wina (Austria) pada pekan depan untuk membahas langkah-langkah guna menyelamatkan permufakatan nuklir Iran setelah AS menarik diri dari permufakatan ini pada tahun 2018 lalu.
