Lokakarya tersebut dihadiri para pakar dari Amerika Serikat (AS), Komite Nasional Pencarian Orang yang Hilang dan Perwakilan berbagai lembaga terkait Vietnam.

Saat menyampaikan pidato pembukaan, Letnan Jenderal Nguyen Van Gau, Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Vietnam menekankan bahwa identifikasi kerangka martir merupakan tanggung jawab yang sakral terhadap para pejuang yang telah gugur demi Tanah Air beserta keluarganya. Ia meminta supaya kerja sama internasional diperkuat, khususnya dalam transfer teknologi, pendidikan sumber daya manusia, peningkatan kualitas diagnosis guna menguasai berbagai teknlogi mutakhir secara bertahap.

“Diskusi difokuskan pada berbagai tuntutan dan solusi dalam metode pengawetan dan penyimpanan sampel jangka panjang; kemampuan penerapan teknologi sekuensing gen generasi baru serta teknik-teknik pengujian terhadap sampel kerangka yang telah terdegradasi dan berkadar DNA rendah. Selain itu, lokakarya ini juga menjadi wabah pengelolaan dan pengorganisasian dan pengoperasian laboratorium; pengendalian kualitas di seluruh proses untuk memastikan hasil yang akurat dan terpercaya. Berdasarkan kebutuhan Vietnam dan keunggulan para mitra. Lokakarya merumuskan rekomendasi kerja sama konkret mengenai pelatihan sumber daya manusia, alih teknologi, dukungan keahlian, dan penelitian terapan. Tujuannya adalah membantu badan dan unit teknis di Vietnam secara bertahap menguasai teknologi, melaksanakannya secara efektif, serta mempertahankan kapasitas jangka panjang."

Dalam lokakarya tersebut, para pakar berbagi pengalaman dalam menerapkan teknologi sekuensing gen generasi baru, analisis DNA pada sampel kerangka, pembangunan basis data dan menjamin kualitas pengujian. Berbagai pengalaman dan rekomendasi dalam lokakarya ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengujian DNA, mendorong kegiatan pencarian, evakuasi dan identifikasi kerangka martir agar memenuhi harapan kerabat serta mewujudkan tradisi balas budi.