
Presiden Vietnam, Tran Dai Quang (kanan) dan Presiden Israel, Reuven Ruvi Rivlin
(Fotyovov.vn)
Pada pembicaraan ini, dua pemimpin menegaskan tekat memperkuat dan mengembangkan lebih lanjut lagi hubungan ini pada waktu mendatang, khususnya di bidang-bidang ekonomi dan sains-teknologi. Presiden Tran Dai Quang dan Presiden Reuven Ruvi Rivlin sepakat menganggap ekonomi sebagai titik berat dan membawa sains-teknologi menjadi pilar prioritas dalam kerjasama bilateral, sepakat perlu memanfaatkan potensi secara maksimal dan bersifat saling melangkapi dua perekonomian, sepakat menargetkan akan mencapai nilai perdagangan bilateral sebanyak 3 miliar dolar Amerika Serikat pada beberapa tahun mendatang. Di atas dasar itu, dua pihak berkomitmen akan cepat mendorong perundingan yang cepat menuju ke penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Israel, memacu dan menciptakan syarat yang kondusif bagi badan usaha dan daerah dua negara melakukan kerjasama langsung untuk melakukan promosi pertukaran perdagangan dan bisnis, memperhebat investasi pada bidang-bidang pertanian teknologi tinggi, pendidikan sumber tenaga manusia, teknologi informasi, elektornik, komunikasi, penanganan air. Presiden Israel berkomitmen akan membantu Vietnam menangani dan membersihkan sumber air di daerah-daerah yang tercemar agen oranye.
Tentang politik, dua pihak sepakat memperkuat kontak berbagai tingkat, memasu hubungan kerjasama langsung antar daerah, kementerian dan instansi, mengembangkan peranan hasil-guna mekanisme kerjasama bilateral seperti Komite Antar Pemerintah, konsultasi politik.
Dua pihak juga berbahas tentang masalah Laut Timur, kawasan Timur Tengah dan masalah-masalah internasional, menekankan kerjasama memainkan peranan penting dan menjadi kecenderungan untuk menjaga perdamaian dan kestabilan di dunia. Vietnam menegaskan lagi haluan memecahkan semua sengketa, di antaranya ada sengketa di Laut Timur dengan langkah damai, menghormati secara lengkap proses-proses diplomatik dan hukum, di atas prinsip mendasar dari hukum internasional.
Pada fihaknya, Presiden Israel, Reuven Ruvi Rivlin menekankan: “Kami berada di sini untuk memperkuat kehadiran dan meletakkan fundasi bagi kerjasama baru di semua bidang, khususnya pertanian, teknologi tinggi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan pertahanan. Kami berharap kita cepat menyelesaikan Perjanjian perdagangan bebas untuk ditangani, membuka prospek kerjasama baru. Kami tidak hanya memperhatikan kerjasama perdagangan saja, tapi juga ingin menggalang hubungan bilateral di atas semangat persahabatan dan memperluas hubungan tersebut.
