Dalam komentar yang dimuat di laman Facebook-nya, mantan Perdana Menteri (PM) Rusia, Dimitry Medvedev memberitahukan Rusia bersedia berdiskusi dengan para mitra untuk memulai perdagangan di atas dasar kehilangan atau memberikan biaya kontrak” pada latar belakang sumber pasokan sedang berlebihan terlalu besar.

Dalam perkembangan yang bersangkutan, pada konferensi pers, pada Senin (20 April), di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberitahukan pemerintah-nya berencana meningkatan cadangan minyak sebesar 75 juta barel pada saat harga minyak turun drastis. Kementerian Energi AS sedang melakukan prosedur-prosedur untuk mengizinkan perusahaan-perusahaan BBM negara ini menyewa gudang cadangan nasional untuk menyimpan 77 juta barel minyak guna menghadapi situasi tidak ada tempat penyimpunan minyak karena kebutuhan terhadap jenis bahan bakar ini sedang turun drastis.