Tetapi, para analis menilai bahwa kalangan pembuat kebijakan di Asia sekarang telah mempunyai pengalaman untuk menangani-nya secara lebih baik terbanding dengan tahap-tahap sebelum-nya.
Dari awal tahun ini, Tiongkok, India, Indonesia dan Myanmar dan beberapa negara yang lain telah menyaksikan mata uang-nya kehilangan nilai.
Para ekonom telah menunjukkan bahwa faktor-faktor yang membuat mata uang di kawasan kehilangan nilai, di antara-nya ada dampak beruntun dari kesulitan-kesulitan keuangan di Turki. Khusus-nya, kecemasan-kecemasan kalangan investor ketika mempertimbangkan rencana mencurahkan uang ke Asia karena perang dagang AS-Tiongkok, terutama pada saat Washington siap mengenakan tarif terhadap sejumlah barang senilai 16 miliar USD dari Tiongkok yang dianggap sebagai satu faktor utama yang membuat nilai mata uang di negara-negara Asia merosot .
