Menurut itu, seorang yang dianggap sebagai letnan intelijen tentara Rusia, Anatoliy Vladimirovich Chepiga, 39 tahun, telah ikut melaksanakan serangan racun tersebut.

Sebelumnya, pada awal bulan September ini, para jaksa Inggris telah menuduh dua warga negara Rusia ialah Alexnder Petrov dan Ruslan Boshirov telah berperilaku membunuh mantan mata-mata Skripal dan anak perempuan-nya dengan neutoxin Novichok dan menyatakan bahwa orang-orang tersebut telah menggunakan nama palsu untuk masuk ke Inggris. Pers Inggris menegaskan nama Boshirov yang sebenarnya ialah Chepiga.

Kepolisian Kota London, badan yang sedang melaksanakan investigasi serangan racun tersebut dan Kementerian Luar Negeri Inggris juga menolak mengeluarkan komentar tentang informasi yang dimuat oleh media Inggris. Sementara itu, dua sumber informasi keamanan dari Uni Eropa yang merapati kasus ini juga membenarkan rincian-rincian yang dikeluarkan oleh pers Inggris adalah akurat.