Pernyataan bersama kedua pemimpin menekankan: “Kesepakatan tersebut dirancang untuk menghentikan selama-lamanya tindakan-tindakan permusuhan”, bersamaan itu “menciptakan syarat-syarat untuk memulihkan kembali suasana ketenteraman berjangka panjang, membolehkan warga dua negara pulang ke rumah secara aman” dia dua belah garis perbatasan. AS dan Prancis akan berupaya “menjamin agar kesepakatan ini digelar dan dilaksanakan secara lengkap serta mempertahankan tekad mencegah krisis ini menjadi putaran kekerasan yang lain” serta memelopori upaya-upaya internasional untuk proses “membangun kemampuan” bagi tentara Lebanon.

Menurut para pejabat, kesepakatan gencatan senjata di Lebanon meminta Tentara Israel supaya menarik ke luar Lebanon Selatan dan tentara Lebanon akan digelar di kawasan. Hezbollah akan menghentikan keadaanya senjata di sepanjang garis perbatasan di Sungai Litani Selatan.

Pada pukul 4.00 Rabu pagi (27 November), waktu lokal, gencatan senjata selama 60 hari di Lebanon antara tentara Israel dan Pasukan Hezbollah resmi berlaku.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara serta organisasi internasional telah menyambut gencatan senjata di Lebanon, menganggap ini sebagai langkah penting untuk menuju ke penghentian sepenuhnya perang antara Tentara Israel dan Hezbollah yang terjadi selama 14 bulan ini.