Ketika berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Ibu Ursula Von der Leyen memperingatkan bahwa risiko kebangkitan ISIS adalah nyata, dan menekankan: “Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi”. Menurutnya, Uni Eropa akan memperkuat dialog langsung dengan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) – pasukan yang berkuasa di Suriah, dan para faksi lainnya.
Pada pihaknya, Erdogan setuju dengan Komisi Eropa mengenai perlunya membentuk pemerintah yang mewakili banyak unsur di Suriah. Dia menyatakan harapan bahwa Uni Eropa akan membantu warga Suriah untuk kembali ke rumah mereka setelah 13 tahun konflik.
Dalam perkembangan terkait, juga pada tanggal 17 Desember, Kementerian Luar Negeri Iran memberitahukan bahwa Kedutaan Besar negara ini di Suriah akan dibuka kembali setelah “persyaratan yang perlu” terpenuhi.
