Pasukan khusus Filipina dikerakan ke Merawi (Foto: Reuter/vov.vn))

Juru bicara Komite pengelolaan krisis provinsi Mindanao, Zia Alonto Adiong memberitahukan bahwa para penduduk yang terjebak sedang meminta bantuan karena tidak bisa melarikan diri keluar dari zona-zona perang. Kalangan otoritas memberitahukan bahwa para militan telah membunuh sedikit 19 penduduk sipil, di antaranya ada banyak wanita dan anak-anak. Dalam perkembangan terkini yang lain, Ernesto Abella, juru bicara Istana Presiden , pada Senin (29 Mei), memberitahukan bahwa kekuatan keamanan Filipina telah mengontrol hampir seluruh kota Marawi, hanya ada beberapa zona kecil yang sedang dikontrol oleh kaum pembangkang.