Para peserta lokakarya (Foto: vov di AS)

Lokakarya tersebut menyerap partisipasi banyak pasar, politisi dan peneliti daria berbagai universitas AS, Australia, India, Indonesia, Viet Nam dan Filipina.

Tema-tema utama lokakarya tersebut meliputi situasi Laut Timur, perkembangan hukum dan pengelolaan sengketa, mitra dan kapasitas militer dan peran beberapa aliansi regional seperti kwartet, AUKUS dan Eropa di Indo-Pasifik serta Laut Timur.

Nguyen Thi Lan Anh, Kepala Institut Laut Timur, Akademi Diplomatik Viet Nam (Foto: vov di AS)

Nguyen Thi Lan Anh, Kepala Institut Laut Timur, Akademi Diplomatik Viet Nam mengungkapkan: “Pidato-pidato di lokakarya telah mengiktisarkan kembali perkembangan-perkembangan belakangan ini dan mengutuk semua klaim laut Tiongkok yang tidak sesuai hukum internasional. Terutama wakil Kementerian Luar Negeri AS, asisten hukum, menyampaikan hasil penelitian tentang batas-batas di laut nomor 150 yang menegaskan kalau menerapkan semua ketentuan hukum internasional, maka klaim laut Tiongkok tidak sesuai hukum internasional dan tidak sesuai praktik”.

Referat-referat di lokakarya tersebut menekankan Tiongkok tengah mendorong satu status quo baru di Laut Timur, tidak mematuhi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.