![]() |
JCPOA ditandatangani antara Iran dan Barat pada 7/2015, menurut itu Iran membatasi aktivitas-aktivitas pengayaan uranium sebagai pengganti penghapusan sanksi-sanksi internasional. Akan tetapi, setelah memegang kekuasaan pada 1/2017, setahun setelah JCPOA menjadi efektif, Pemerintah pimpinan Presiden Donald Trump telah mengeluarkan alasan-alasan untuk secara sefihak menarik diri atau menghapuskan permufakatan ini. Sementara itu, para fihak lain yang ikut menandatangani JCPOA menekankan bahwa permufakatan ini perlu dipertahankan.
Sebelumnya, dalam satu pernyataan yang dikeluarkan pada 18/5 ini, Wakil senior Uni Eropa urusan kebijakan keamanan dan hubungan luar negeri, Ibu Federica Mogherini menunjukkan bahwa blok 28 negara Uni Eropa sepakat mempertahankan permufakatan nuklir Iran.

