Yunani, Austria, Spanyol, Australia, Selandia Baru, Swedia dan Belgia turut menandatangani pernyataan tersebut, setelah para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Kanada dan Norwegia mengeluarkan pernyataan serupa sehari sebelumnya (20 Agustus).

Para pemimpin negara tersebut memperingatkan bahwa rencana ini akan memisahkan Tepi Barat, merusak kehubungan teritorial wilayah Palestina dan merusak prospek solusi dua negara.

Sebelumnya, pada 18 Agustus, Israel mempercepat rencana proyek permukiman E1 di Tepi Barat dengan mengumumkan tender pembangunan 1.234 apartemen. Tender tersebut merupakan bagian dari rencana keseluruhan untuk membangun sekitar 3.400 apartemen di kawasan E1, yang terletak di sebelah timur Yerusalem.