![]() |
Ketika berbicara di depan Parlemen Eropa pada Rabu (18 Desember) di Strasbourg, Presiden Ursula von der Leyen menekankan: Kalau tidak bisa menandatangani satu permufaktan dengan Inggris pada akhir tahun 2020, Uni Eropa akan menghadapi bahaya yang merupakan kepentingan Uni Eropa, tetapi akibatnya terhadap Inggris masih lebih serius.
Presiden Komisi Eropa tersebut lebih memberitahukan bahwa pada waktu singkat, Uni Eropa akan mendorong perundingan-perundingan sebanyak mungkin.

