Ilustrasi (Foto: Getty) |
Isi resolusi tersebut menyambut baik wakil dari negara-negara ASEAN peserta KTT Istimewa AS-ASEAN yang untuk pertama kalinya diadakan di Washington D.C, AS; menegaskan kembali makna penting dari intervensi ekonomi antara AS dan ASEAN; membantu ASEAN menangani tantangan-tantangan di laut; mengimbau para pihak terkaitan dengan sengketa di kawasan agar menghentikan aktivitas-aktivitas yang bisa merugikan stabilitas, merumitkan sengketa, demiliterisasi pulau dangkalan; memprotes tindakan-tindakan dari negara yang menghalang negara lain melaksanakan kedaulatan terhadap sumber daya alam di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen; memprotes klaim tentang pembangunan zona-zona administrasi dan militer di kawasan-kawasan yang dipersengketakan di Laut Timur.
Resolusi tersebut juga mendukung upaya para mitra dan sekutu AS di ASEAN dalam meningkatkan kemampuan di laut, menjamin kebebasan maritim, mendukung kemitraan Mekong-AS.
Resolusi ini juga mengimbau semua negara agar menghormati kedaulatan, keutuhan wilayah dan memprotes kudeta, konflik, dan penggunaan perang dalam menangani semua sengketa.

