Komunitas Internasional Desak Afghanistan dan Pakistan Mengekang Diri setelah Serangan terhadap Pusat Rehabilitasi Narkotika di Kabul
(VOVWORLD) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada 17 Maret, mengimbau penyelidikan yang cepat dan independen terkait serangan terhadap pusat rehabilitasi narkotika di Kabul, Ibukota Afghanistan sehingga mengakibatkan setidaknya 40 orang tewas dan melukai sekitar 250 orang.
Di depan kalangan pers di Jenewa, Swiss, Juru bicara (Jubir) Komisaris PBB urusan Hak Asasi Manusia (HAM) Thameen Al-Kheentan menekankan bahwa kasus tersebut harus diinvestigasikan secara tepat waktu, independen dan transparan. Menurutnya, hasil investigasi harus diumumkan secara terbuka dan para korban serta sanak keluarganya berhak mendapat kompensasi.
Pada hari yang sama, Uni Eropa (UE) mengimbau Afghanistan dan Pakistan menahan diri setelah terjadinya serangan udara di Kabul. UE mengimbau semua pihak terkait mengekang diri secara maksimal dan melaksanakan semua langkah implementasi untuk mengurangi kerugian terhadap warga sipil.
Dalam sebuah konferensi pers di Brussels, Jubir Komisi Eropa (EC), Anouar El Anouni menyatakan bahwa serangan terhadap satu fasilitas medis merupakan eskalasi baru dan serius yang perlu dihentikan secepat mungkin”.
Pemerintah Tiongkok mendesak Pakistan dan Afghanistan mengekang diri setelah kasus tersebut. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa kedua negara perlu melakukan gencatan senjata dan menangani perselisihan melalui dialog. Bersamaan itu, Tiongkok terus mendorong semua pihak menahan diri untuk memainkan peran konstruktif dalam mengurangi ketegangan dan mendorong perbaikan hubungan antara kedua negara tersebut.