![]() |
Dalam pidatonya di depan layar televisi, Sarraj menyatakan bahwa pemerintah pimpinannya sedang berupaya keras bertindak demi perdamaian, dia juga menegaskan bahwa kekuatan GNA akan memperkuat “kekuatan dan tekad” setelah pasukan pimpinan Jenderal Khalifa Haftar melakukan provokasi dan menyatakan merebut hak kontrol atas beberapa kota dan Kota Tripoli.
Pada hari yang sama, Menteri Dalam Negeri Tunisia, Hichem Fourati memberitahukan bahwa Tunisia sedang memantat ketat situasi di Libia dan telah melaksanakan langkah-langkah keamanan dan militer istimewa di garis perbatasan di sebelah Timur dan sebelah Barat negara ini. Dalam pada itu, Menteri Pertahanan Tunisia memberitahukan telah melaksanakan beberapa langkah untuk membela garis perbatasan di sebelah Tenggara negara ini dalam menghadapi akibat-akibat yang bisa terjadi karena eskalasi bentrokan bersenjata di Libia.
Di Perancis, Istana Elysee memberitahukan bahwa Presiden negara ini, Emmanuel Macron telah melakukan pembicaraan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk berbahas tentang situasi di Libia. Pemberitahuan ini memberitahukan bahwa dua pihak menekankan arti pentingnya satu solusi politik atas krisis di Libia sekarang. Perancis akan mendukung peranan PBB sebagai mediator di Libia.

