Dalam konferensi tersebut, para menteri menyambut baik berbagai pencapaian penting dan substansial yang telah diraih dalam hubungan kemitraan ASEAN–Inggris selama lima tahun terakhir. Kedua pihak pada dasarnya telah menyelesaikan Rencana Aksi ASEAN–Inggris periode 2022–2026 dengan tingkat pelaksanaan mencapai 98,9 persen.
Saat ini, Inggris merupakan mitra dagang terbesar ke-12 sekaligus investor asing langsung terbesar ke-6 bagi ASEAN. Inggris juga aktif berpartisipasi dalam berbagai mekanisme dan kerangka kerja sama ASEAN di ketiga pilar utama, yaitu politik-keamanan, ekonomi, serta sosial-budaya, sekaligus berkomitmen untuk mendukung sentralitas ASEAN.
Berdasarkan pengembangan hasil-hasil yang telah dicapai dan untuk beradaptasi dengan dinamika lingkungan strategis yang sedang berubah dengan cepat, para menteri sepakat mengesahkan Rencana Aksi ASEAN–Inggris periode 2027–2031 serta Pernyataan Bersama mengenai Kerja Sama dalam Kerangka Dokumen Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP). Kedua dokumen tersebut menjadi kerangka strategis bagi kerja sama ASEAN–Inggris pada tahap selanjutnya.
