Dia menekankan bahwa komunitas internasional perlu menggunakan semua langkah yang bisa menimbulkan tekanan terhadap RDRK, menjamin agar Pyong Yang “tidak bisa mengancam dunia dengan bermacam jenis senjata yang punya daya rusak paling serius di dunia”.
Sebelumnya, juga berbicara di Konferensi Munich, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Taro Kono menyatakan bahwa perlu mempertahankan tekanan terhadap RDRK untuk memaksa Pemerintah Pyong Yang menghapuskan program pengembangan rudal dan nuklir. Dia berseru supaya melaksanakan secara serius sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap RDRK.
Juga pada Konferensi tersebut, Menlu Rusia, Sergei Lavrov, pada Sabtu (17 Februari), telah menolak semua tuduhan yang menyatakan bahwa Moskwa melakukan intervensi pada pemilihan AS pada tahun 2016 sehingga Presiden Donald Trump berkuasa. Dua menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan ini tak punya dasar dan merupakan fabrikasi. Tentang masalah ini, penasehat AS, H.R.McMaster menyatakan bahwa AS bersedia melakukan dialog dengan Rusia dalam masalah keamanan siber kalau “Moskwa punya cara pendekatan yang tulus”.
