Panorama Konferensi tersebut. (Foto: Thong Nhat/Kantor Berita Viet Nam)

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sedang bereskalasi juga menjadi satu isu-isu panas yang dibahas di depan pertemuan kali ini. Pada Rabu (10 Oktober) Menteri Keuangan Indonesia, Sri Muyani Indrawati memberitahukan: Perihal Presiden AS, Donald Trump yang menjalankan satu permufakatan yang lebih baik bagi perusahaan-perusahaan dan kaum tani AS telah membuka ditegakkannya proteksionisme.

Sebelumnya, pada Selasa (9 Oktober), IMF telah menurunkan tarap prakiraan tentang pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2018 dan 2019 menjadi hanya tinggal 3,7%, bersamaan itu menekankan bahwa perang dagang AS-Tiongkok sedang berpengaruh banyak terhadap ekonomi dunia, khususnya di pasar-pasar yang baru muncul, di depan mata akan berpengaruh banyak likuidasi dan arus modal yang mengalir ke luar negeri.