Kemlu Iran menyatakan bahwa AS tidak serius dalam menjalankan solusi diplomatik dan tindakan-tindakan seperti menyerang kapal kargo Iran, memberlakukan blokade laut, dan menunda perjanjian gencatan senjata merupakan pelanggaran yang nyata.
Pada hari yang sama, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian memperingatkan konsekuensi serius terhadap keamanan regional dan global apabila ketegangan terus berlanjut. Dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, Presiden Pezeshkian mengecam pelanggaran Washington terhadap komitmen, yang ada penerapan kebijakan tekanan, dan sikap tidak konsisten baik dalam proses negosiasi maupun implementasi gencatan senjata. Ia juga mengutuk blokade maritim terhadap Iran sebagai tindakan "provokatif dan ilegal," melanggar kesepakatan gencatan senjata dan bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di pihak AS, Presiden AS, Donald Trump memberitahukan bahwa dirinya sudah menginstruksikan para perunding menuju Pakistan untuk menyiapkan putaran negosiasi lanjutnya. Tetapi hingga sekarang, Iran belum mengonfirmasi kehadirannya. Presiden Donald Trump meyakini bahwa kesepakatan nuklir yang sedang didiskusikan oleh Washington dengan Iran akan lebih komprehensif dibandingkan dengan Kesepakatan nuklir Iran yang dilaksanakan Kelompok P5+1 (termasuk AS, Inggris, Prancis, Tiongkok, Rusia plus Jerman) pada tahun 2015.
