Menurut itu, MoU yang akan segera ditandatangani oleh kedua belah pihak mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon. Namun, Araghchi menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz tidak dapat kembali seperti periode sebelum meledaknya konflik. Kepala badan diplomasi Iran tersebut memperingatkan bahwa kesepakatan itu belum ditandatangani dan masih mungkin diubah di detik-detik terakhir. Alasannya adalah karena Israel masih terus mencari cara untuk menghancurkan dokumen tersebut.
Menghadapi pernyataan Menlu Iran, Pakistan selaku mediator utama dalam proses perundingan damai AS-Iran, juga mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah menyetujui kesepakatan akhir.
Dalam perkembangan penting lainnya yang berkaitan, sumber-sumber informasi regional pada Jumat malam (12 Juni) memberitahukan bahwa Uni Emirat Arab (UAE) telah setuju untuk mencabut blokade puluhan miliar dolar AS milik Iran.
