Angka ini menurun tajam dibandingkan dengan 70 kapal yang melintas pada 24 Juni, yang merupakan level tertinggi sejak dimulainya konflik di Timur Tengah.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Teheran dan Oman telah mengadakan sidang pertama Komite Gabungan Hormuz untuk membahas pengelolaan Selat Hormuz. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, kedua pihak meninjau isu-isu terkait selat tersebut dan membahas mekanisme pengelolaan di masa mendatang.

Sementara itu, terkait perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dalam unggahannya di media sosial pada Senin pagi (29 Juni, waktu setempat), Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Iran telah meminta pertemuan di Doha (Qatar). Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan pada hari yang sama bahwa Utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner akan datang ke Qatar untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Iran pada pekan ini.

Namun, pada malam hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa belum ada rencana untuk melanjutkan negosiasi dengan AS. Prioritas utama Iran saat ini adalah fokus pada implementasi Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani dengan AS, alih-alih mempercepat fase negosiasi baru untuk mencapai kesepakatan formal akhir.