Langkah ini menandai kemajuan penting dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara tersebut setelah berbulan-bulan konfrontasi di Timur Tengah.
Pada program “Good Morning America” dari ABC News, Vance menyatakan bahwa upacara penandatanganan resmi dijadwalkan akan berlangsung di Swiss pada 19 Juni.
Pada hari yang sama (15 Juni), negara-negara Arab menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran. Mereka menyatakan harapan bahwa kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi stabilitas jangka panjang di kawasan serta memperluas upaya diplomasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, menyambut baik tercapainya kesepakatan perdamaian tersebut. Ia menganggap bahwa hal ini akan turut mendorong rencana evakuasi ribuan pelaut yang masih terjebak di sekitar Selat Hormuz.
Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), Sergei Naryshkin, menilai bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) awal yang ditandatangani AS, Iran, dan para mediator akan menjadi dasar untuk melanjutkan upaya-upaya memulihkan perdamaian di Timur Tengah.
Sebelumnya, Inggris, Prancis, Jerman dan Italia juga mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran serta menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak.
