Kedua belah pihak menyepakati sebuah jadwal untuk mencapai kesepakatan terakhir selama 60 hari. Di media sosial (Medsos) X, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi memberitahukan bahwa semua pihak sepakat membebaskan sanksi terhadap beberapa komoditas minyak ekspor, menghapuskan blokade, menghentikan pembekuan beberapa aset dan mengaktifkan satu rencana restrukturisasi serta pembangunan besar untuk Iran.

Pada hari yang sama, Wakil Presiden (Wapres) AS, JD Vance memberitahukan bahwa Iran sudah setuju mengijinkan para inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali ke negara tersebut setelah putaran perundingan pertama antara AS dan Iran.

Di pihak lain, sebelumnya, Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baquaei memberitahukan telah “melakukan diskusi pendek mengenai masalah nuklir tapi tidak membocorkan rinciannya”. Iran belum menyampaikan pernyataan terbaru sejak pengumuman AS mengenai kembalinya para inspektur IAEA ke Republik Islam tersebut.

Dari pihak mediator rekonsiliasi, Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif menyatakan bahwa diskusi-diskusi berlangsung dalam suasana yang positif dan konstruktif. Diskusi-diskusi tersebut diakhiri dengan pembentukan Komite tingkat tinggi untuk mengawasi perkembangan politik, sekaligus mengaktifkan berbagai putaran perundingan teknis selanjutnya.

Pada hari yang sama, Kementerian Keuangan AS memberlakukan surat izin umum yang mengijinkan produksi, pengangkutan dan penjualan minyak Iran selama 60 hari. Langkah ini dipandang sebagai langkah awal untuk mengimplementasikan berbagai komitmen yang telah dicapai antara Washington dan Teheran dalam MoU yang baru saja ditandatangani.