(VOVWORLD) - Serangan-serangan terhadap kapal tanker minyak di kawasan Teluk dan beberapa peringatan Iran telah menghancurkan prospek deekskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Situasi ini mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi sejak Agustus 2022 dan menimbulkan kekhawatiran akan inflasi global.
Pada penutupan sesi transaksi pada 12 Maret, harga minyak Brent ditutup dengan harga 100,46 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, meningkat 8,48 dolar AS. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada 95,7 dolar AS per barel, meningkat 9,7 persen. Ini merupakan harga penutupan tertinggi sejak Agustus 2022.
Berbanding terbalik dengan lonjakan harga minyak, harga emas dunia justru merosot lebih dari 1% dalam sesi transaksi pada 12 Maret, menjadi 5.118,16 dolar AS per ounce. Penurunan ini dipicu oleh penguatan nilai tukar dolar AS.
Bursa efek AS juga terdampak akibat lonjakan harga minyak dan risiko gangguan pasokan energi. Dalam penutupan sesi transaksi pada 12 Maret, indeks Dow Jones turun 1,6 persen menjadi 46.677,85 poin, S&P 500 turun 1,5 persen menjadi 6.672,62 poin, dan Nasdaq turun 1,8 persen menjadi 22.311,98 poin.