Ini untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata Amerika Serikat (AS) –Iran yang mulai berlaku pada 8 April, Iran kembali meluncurkan rudal dan UAV ke arah Uni Emirat Arab. Serangan tersebut menyebabkan 3 warga negara India terluka serta memicu kebakaran besar di pelabuhan minyak Fujairah.
Sementara itu, televisi negara Iran, pada Senin malam (4 Mei) menyatakan bahwa apa yang terjadi di pelabuhan Fujairah merupakan akibat dari tindakan tentara AS yang mengabaikan peringatan Iran dan berupaya membuka jalur bagi kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz secara ilegal.
Sebelumnya pada hari yang sama, tentara Iran menyatakan akan melakukan serangan jika pasukan AS memasuki Selat Hormuz, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan mulai mengawal kapal-kapal yang melintas di jalur laut yang diblokade tersebut.
Dari pihak AS, Komando Pusat AS / United States Central Command (CENTCOM) untuk kawasan Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, pada malam tanggal 4 Mei menyatakan bahwa dalam operasi pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, angkatan laut AS telah menghancurkan 6 perahu kecil milik Iran serta mencegat rudal jelajah dan pesawat tanpa awak yang diluncurkan oleh Teheran. Namun, informasi tersebut dibantah oleh media dan tentara Iran.
