Menurut Haniyeh, reaksi Gerakan Hamas terhadap rekomendasi tersebut akan bergantung pada perihal Israel menghentikan operasi militer di Jalur Gaza dan menarik semua pasukan dari wilayah ini. Dia menambahkan bahwa Hamas siap membahas semua gagasan yang serius, asalkan akan mengakibatkan penghentian sepenuhnya operasi militer Israel di Jalur Gaza dan memberikan akomodasi kepada para pengungsi.

Pembahasan pada tgl 28 Januari lalu di Paris yang diikutsertai para pejabat senior Israel, Amerika Serikat, Qatar dan Mesir, fokus pada pembentukan satu kesepakatan penghentian sementara baku hantam di Gaza dan membebaskan para sandera yang sedang ditahan Hamas. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani memberitahukan bahwa perundingan tersebut telah mencapai “kemajuan baik”, menurut itu para pihak telah mencapai kerangka bagi satu kesepakatan baru tentang pembebasan sandera secara bertahap, serta menciptakan syarat untuk mendapatkan lebih banyak barang bantuan dan mengurangi kekerasan di Gaza.